Home > Bulog Gate > Perum Bulog dan Beras Raskin

Perum Bulog dan Beras Raskin

26 April 2008

Seperti kita ketahui bahwa beras raskin adalah beras yang diperuntukan untuk masyarakat miskin dan kurang mampu yang penyalurannya harus benar-benar sampai ketangan yang bersangkutan.  Karena beras raskin sumber pendanaannya di subsidi APBN.  Untuk itu dalam penyalurannya harus diawasi secara ketat, baik secara operasional maupun administrasi  guna menghindari terjadinya penyelewengan beras raskin.  Namun disatu sisi kenyataan yang terjadi di lapangan sangat bertolak belakang dengan segala teori dan standar operasi perusahaan (SOP) yang telah ditetapkan.

Tidak sedikit terjadi permainan “kongkalikong” antara petugas raskin kecamatan, koordinator lapangan (bulog), petugas pengantar (satgas raskin), mahasiswa (pengikut) dan pihak ketiga. Sehingga tidak heran jika pada akhirnya beras raskin tersebut raib di tengah jalan sebelum sampai di titik distribusi (kantor kecamatan atau kantor kelurahan/desa).

Selama ini keterlibatan dan keikutsertaan mahasiswa dalam melakukan pengawasan terhadap pendistribusian beras raskin di Provinsi Banten, khususnya mahasiswa dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, hanya sebagai pemborosan dan formalitas saja, demi untuk menutupi aib yang sesungguhnya terjadi di lapangan. Segala bentuk penyimpangan dan penyelewengan tetap terjadi, karena masih kurangnya kesadaran para mahasiswa itu sendiri, serta adanya pengaruh “pundi-pundi” yang digelontorkan berbagai pihak seperti koordinator lapangan dan pembeli pihak ketiga kepada para mahasiswa itu sendiri.

Berikut ini daftar nama-nama para pelaku penyelewengan beras raskin di Kabupaten Tangerang pada tahun 2006, antara lain :

  1. HR (Koordinator Lapangan)
  2. KHAIRUL ANWAR (Pegawai Honorer Petugas Pengantar Raskin)
  3. H.M. EFFENDI (Petugas Raskin Kecamatan Balaraja)
  4. H. TAUFIK (Pembeli Beras)

Lokasi gudang yang sering dijadikan tempat penimbunan beras raskin terdapat di daerah Balaraja dan sekitarnya. Sedangkan untuk dokumen-dokumen BAST (Asli) hasil penyelewengan tersebut dapat dilihat pada item Dokumen BAST Raskin.

Masih banyak lagi daftar nama-nama yang terlibat dan akan dipublikasikan seluruhnya, agar para pelaku tersebut menjadi jera karena para pelaku tersebut sudah sangat MERUGIKAN PERUSAHAAN, MERUGIKAN KEUANGAN NEGARA dan MERUGIKAN MASYARAKAT MISKIN.  Bahkan dapat dikelompokkan sebagai pelaku kejahatan kemanusiaan tingkat tinggi.

Bisa dibayangkan berapa milyar rupiah kerugian negara yang diakibatkan penyelewengan raskin, dimana dalam setiap 100.000 KG (100 ton) KERUGIAN NEGARA mencapai Rp. 234.300.000,- hanya untuk 1 (satu) alokasi dan 1 (satu) kecamatan. Harga penagihan Bulog kepada Pemerintah (pada saat itu yakni Rp. 3.343,- per kilogram). Waoowww, jumlah yang tidak sedikit. Belum lagi kerugian masyarakat, yakni kelaparan dan kekurangan gizi  yang berakibat pada kematian.

PERUM BULOG (KANTOR PUSAT) SEHARUSNYA ACTION, TERHADAP LAPORAN PENYIMPANGAN BERAS RASKIN

Selama ini Perum Bulog dalam hal ini Kantor Pusat terkesan diam, bungkam dan sembunyi tangan,  jika ada laporan dan atau mendapati laporan terjadiya penyimpangan peyaluran beras raskin di lapangan.  Perum Bulog hanya memiliki kalimat klasik dan usang seperti : “. . . . mana buktinya, kirimkan kepada kami dan akan kami proses.. . .“. Laporkan ke bagian pengaduan dan segala macamnya …..

Sebuah jawaban yang sangat tidak profesional, tidak mendidik dan diluar koridor tanggungjawab sebagai sebuah perusahaan BUMN. Bagaimana mungkin seseorang (pelapor) mau mengirimkan bukti secara real.  Seharusnya Perum Bulog menebar orang (sejenis intelijen) untuk mengawasi penyaluran raskin dilapangan di seluruh Provinsi di Indonesia.  Orang-orang tersebut jika perlu di-rekrut bukan dari institusi Bulog.  Saya yakin jika hal itu dilakukan maka kebocoran-kebocoran bisa di-minimalisir sekecil mungkin dan nama baik Perum Bulog bisa tetap terjaga dan tugas-tugas yang diberikan oleh Pemerintah dapat terlaksana dengan baik.

From : The Hard Hacker / 062007)

Categories: Bulog Gate
%d bloggers like this: