Home > KKN Penerimaan Karyawan > Penerimaan karyawan Perum Bulog, sarat dengan Kolusi dan Nepotisme

Penerimaan karyawan Perum Bulog, sarat dengan Kolusi dan Nepotisme

19 January 2010

Dari hasil investigasi yang saya lakukan selama beberapa bulan dengan dibantu beberapa nara sumber dalam lingkungan Perum Bulog, ditemukan indikasi adanya proses recruitment karyawan Perum Bulog yang sangat menyalahi aturan alias hanya dari kalangan internal karyawan Bulog itu sendiri.

Hal ini tentu sangat disesalkan mengingat tidak sedikit karyawan yang sudah bekerja selama lebih kurang 3 (tiga) tahun bahkan lebih namun dikarenakan karyawan bersangkutan tidak memiliki akses sehingga “dengan sangat terpaksa” tidak diberikan kesempatan untuk direkrut menjadi karyawan Perum Bulog.  Yang lebih menyedihkan lagi yakni karyawan tersebut sudah bekerja keras dengan loyalitas, dedikasi yang tinggi namun kepedulian jajaran manajemen Perum Bulog sama sekali tidak menyentuh atau memberikan perioritas kapada karyawan yang sudah mengabdi sekian tahun tersebut.

Sangat disayangkan jika proses recruitment hal tersebut tetap dipelihara dengan mengutamakan dari kalangan internal karyawan Perum Bulog itu sendiri.  Secara tidak langsung akan menimbulkan kesan bahwa perusahaan seperti Perum Bulog akan menjadi semacam “dinasti”.

Setelah saya melakukan kalkulasi, diidapatkan data bahwa hampir 99% karyawan recruitment yang diterima Perum Bulog pada beberapa tahun yang lalu (periode : 2006 – 2009) hampir seluruhnya merupakan bagian keluarga besar dalam lingkungan Perum Bulog itu sendiri.

Proses penerimaan tersebut jika tetap dipelihara dan dibiarkan terjadi terus menerus dalam proses seleksi, sudah barang tentu akan menimbulkan efek psikologis, dimana masih banyak sumber daya manusia yang lebih berkualitas dengan tingkat kapabilitas dan integritas yang tinggi namun sama sekali tidak pernah diberikan perhatian sama sekali oleh jajaran manajemen Perum Bulog.

Diharapkan kepada Direktur Utama Perum Bulog yang baru, agar memperhatikan masalah tersebut.  Karena dalam peraturan BUMN tidak diperbolehkan ada hubungan kekerabatan (kekeluargaan) dalam lingkungan perusahaan.  Hal ini pernah menjadi pertentangan tersendiri di beberapa BUMN lain sebelumnya beberap tahun yang lalu yakni dengan memberlakukan proses re-select terhadap hubungan kekerabatan yang terjadi dalam lingkungan perusahaan.  Mohon ditinjau kembali aturan yang berlaku untuk perusahaan setingkat BUMN,  agar kelak tidak menjadi bumerang tersendiri terhadap Perum Bulog dimasa yang akan datang dan akan mendapat implikasi negatif dari setiap kalangan.

Januari 2010 (The Special One)

%d bloggers like this: