Dokumen Raskin


Berikut ini adalah hasil scan Bukti Dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST)  Penyaluran Beras Raskin Perum Bulog di Provinsi Banten yang telah dijual kepada Pihak Ketiga.  Dokumen ini ditemukan dan atau diberikan oleh salah seorang petugas pengantar beras raskin yang tercecer di salah satu gudang penimbunan beras raskin di daerah balaraja.

Perhatikan tanda lingkaran merah kosong dan tanda tangan Pihak Kesatu adalah PALSU (tanpa nama) sebab pada waktu itu ditandatangani oleh H.M. Effendi (sambil menutup mata) … hehehehe😦

Perhatikan tanda tangan Camat juga ditandatangani oleh HM. Effendi, padahal yang bersangkutan hanyalah seorang petugas raskin Kecamatan Balaraja. Selanjutnya disusul tandatangan Koordinator Lapangan Bulog bernama Hedi Rosadi, padahal yang bersangkutan ikut serta mengetahui, menyaksikan dan memprakarsai beras itu untuk dijual, bro ….. mantep !!! duit euy.🙂

BERAS RASKIN KECAMATAN KRESEK (5 ALOKASI) DIJUAL

Kasus yang paling heboh yang terjadi pada bulan Mei 2006, namun tidak diketahui oleh pimpinan Perum Bulog Serang Sub Divre Banten, tatkala penyaluran Beras Raskin di Kecamatan Kresek sebanyak 2 alokasi digerebek oleh petugas kepolisian dari Polres Tiga Raksa disalah satu gudang di daerah Balaraja. Tersangkanya adalah H.M. Taufik dan sempat dijebloskan kedalam penjara.

Kronologisnya adalah saat itu beras Raskin Kecamatan Kresek sebanyak 5 alokasi atau 5 bulan penyaluran diperebutkan oleh 3 orang pembelia beras.  Karena saat itu alokasi Raskin Kecamatan Kresek setiap bulannya hampir 100 ton. Terjadinya perebutan tersebut dikarenakan Kecamatan Kresek tidak sanggup lagi untuk mengambil jatah raskin tersebut, dan kemudian terjadilah “kongkalikong” diantara Koordinator Lapangan (Hedi Rosadi) dengan para pembeli beras.  Dari pada jatah tersebut tidak diambil, lebbih baik dijual saja. Begitulah kira-kira yang ada dalam pikiran para mafia beras.

Koordinator Lapangan Hedi Rosadi sempat hadir di gudang tersebut untuk melihat langsung proses pembongkaran dan penggantian karung beras raskin pada pukul 18:00 WIB. Sekaligus menerima “imbalan” yang diberikan oleh H. Taufik di gudang tersebut pada sore hari.   Waoowww .. suatu tindakan yang berani.

Apakah Koordinator Lapangan tidak menyadari bahwa beras tersebut adalah jatah untuk orang-orang miskin dan tidak mampu??? Kenapa beras tersebut harus dijual?   Dengan tindakan seperti itu, tidak ada bedanya jika perbuatan tersebut adalah kejahatan kemanusiaan tingkat tinggi dengan kategori korupsi.  Ini harus diusut tuntas secara serius oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kepolisian dan  Kejaksaan Tinggi Banten yang membawahi lokasi kejadian.  Meskipun kasus tersebut telah terjadi beberapa tahun yang lalu, saya kira perlu untuk diusut tuntas! ! Bukti dan saksi sudah ada.

Nama-nama yang terlibat dalam penjualan beras raskin tersebut adalah : Hedi Rosadi (pegawai bulog serang), H.Taufik (pembeli beras), H. Effendi (Petugas Raskin Kec. Balaraja), Khairul Anwar (Pengantar Raskin).

Petugas Kejaksaan harus bertindak tegas dan sekaligus memeriksa pelaku utama penyelewengan beras raskin tersebut,  yang jumlahnya mencapai lebih kurang Rp. 1 milyar (include subsidi pemerintah).  Jika dihitung berdasarkan harga beras tersebut dipasaran.  Saya kira Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten perlu mengambil tindakan yang kooperatif untuk memberantas kejahatan kemanusiaan tersebut!

tembusan  :

Komisi Pemberantasan Korupsi

Perum Bulog

 

From :  Dar-Lies

%d bloggers like this: